Hutan Ratri

 



Hutan Ratri

Bayangan Hijau di Luar Ibukota Magdripa

Di luar batas kota batu dan menara tinggi Ibukota Magdripa, terbentang sebuah hutan yang dikenal dengan nama Hutan Ratri—sebuah wilayah hijau yang tidak pernah benar-benar dijinakkan, dan selalu menyimpan sesuatu yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata biasa.

Hutan Ratri bukanlah hutan biasa. Ia tumbuh di lereng-lereng yang curam, di bawah bayangan Tebing Magdripa yang menjulang seperti benteng alam. Pepohonannya tinggi dan tua, dengan batang yang dipenuhi lumut dan akar yang menjalar seperti urat bumi. Daunnya lebat, dan cahaya matahari hanya bisa menembus dalam garis-garis tipis yang bergerak seperti roh di antara cabang-cabang.

Di dalam hutan ini, waktu terasa melambat. Suara langkah kaki teredam oleh tanah lembut dan dedaunan gugur. Burung-burung yang tinggal di sini tidak berkicau seperti biasa, melainkan bersenandung dalam nada-nada rendah yang terdengar seperti nyanyian dari masa lalu. Kabut sering turun di pagi dan sore hari, membuat jalur-jalur setapak tampak seperti lorong-lorong menuju dunia lain.

Penduduk Magdripa menyebut Hutan Ratri sebagai hutan bayangan, bukan karena gelapnya, tetapi karena ia menyimpan bayangan dari hal-hal yang pernah terjadi dan mungkin akan terjadi. Beberapa percaya bahwa hutan ini adalah tempat para peramal kuno bermeditasi, tempat di mana mimpi dan kenyataan bertemu dalam bentuk yang tidak bisa dijelaskan. Di bagian terdalam hutan, konon terdapat batu-batu besar yang tersusun dalam lingkaran, dan di tengahnya tumbuh pohon tua yang daunnya tidak pernah gugur—pohon yang disebut Pohon Penjaga Malam.

Cahaya di Hutan Ratri selalu berubah. Di siang hari, hutan tampak hijau keemasan, dengan bayangan yang bergerak perlahan mengikuti angin. Di malam hari, hutan menjadi tempat yang sunyi namun tidak sepi—suara dedaunan, langkah hewan, dan kadang, bisikan yang tidak berasal dari makhluk hidup.

Warna-warnanya adalah hijau tua, coklat tanah, abu-abu kabut, dan biru kelam langit malam. Udara di sini lembap dan dingin, membawa aroma tanah basah, bunga liar, dan sesuatu yang tidak bisa dijelaskan—seperti kenangan yang belum pernah dimiliki.

Hutan Ratri bukan tempat untuk mereka yang terburu-buru. Ia adalah tempat untuk mereka yang ingin mendengar suara dunia yang lebih dalam, untuk mereka yang mencari sesuatu yang tidak bisa ditemukan di jalan-jalan kota. Dan di antara pohon-pohon yang diam, kabut yang menari, dan bayangan yang tidak selalu berasal dari cahaya, selalu ada perasaan bahwa hutan ini tahu lebih banyak daripada yang ia tunjukkan.


Comments

Popular posts from this blog

Pegunungan Madhyaloka

Setelah Pertempuran

Hutan Mahawana